[Foto] Lilin

Lilin. Walau kemajuan dunia listrik telah sedemikian pesatnya, saya bisa pastikan bahwa tidak ada dari anda yang tidak mengetahui benda yang satu ini. bahkan, benda ini ada di kamar anda walau digunakan hanya sebatas berjaga-jaga untuk lampu padam. Selain sebagai penerangan alternatif, lilin juga merupakan kebutuhan utama dalam sebuah perayaan ulang tahun. meniup lilin merupakan simbol utama dirayakannya ulang tahun seseorang. Selain sebagia kebutuhan penerangan dan ulang tahun, ternyata ada juga pemaknaan lama yang bisa di ambil dari sebuh lilin diantaranya adalah kutipan di bawah ini:

“Jadilah seperti lilin, yang bersedia mengorbankan dirinya untuk menerangi orang-orang yang ada di sekitarnya”

“Lebih baik menyalakan lilin, dari pada menghujat kegelepan” (pepatah yang paling saya suka)

Selain dalam pepatah, lilin juga mempunyai kisah menarik. di bawah ini saya kopas kisah 4 lilin dari (sini)

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

5 thoughts on “[Foto] Lilin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s