2 Komentar

Iseng-tentangku

Hem. Ada saat di mana logika teman2 bahkan logika saya pun bertentangan dengan apa yang saya rasakan.

Pertama, sangat prinsip bagi saya untuk tidak mencampuri urusan pribadi orang lain. Ini sangat prinsip! Kalaupun saya tau tentang seseorang, tidak akan saya paparkan pada orang lain. Dan hanya saya jadikan pembentuk posisi saya bgi orang tersebut. Terutama dalam berkomunikasi.

Kedua, saya sangat tidak suka, jika ada orang yg menentang prinsip saya tersebut. Karena prinsip itw tidaklah lahir begitu saja. Ia lahir dari sejuta pertimbangan dan pengalaman. Saya rasa semu orang punya prinsip.

Ketiga. Ini yg masih menjadi kelemahan saya. Saya akui. Saya bukan tipe orang yg mudah sakit hati. Bahkan jika komuniksi mash lancar. Mau di katain apa pun, saya bisa membawa hati saya untuk tidak tersinggung. Namun, saat komunikasi tidak lancar (diam2 red) pikiran saya akan melahrkan ribuan intrpretasi. Dan yang menjadi kelemahan saya. Saat hati saya mulai terusik. Saya butuh waktu yang lama, bahkan sangat lama untuk beradaptasi kembali.

Keempat, saat saya berada dalam posisi yang tidak sepenuhnya salah. Saya akan tetap berusaha meminta maaf… Dengan harapan orang dapat memaklumi prinsip saya tersebut. Namun, saat maaf saya tidak mendapat respon. Saat itulah ego saya yg bekerja. Ia mengusik hati, yang kemudian dgan mudah menarik kesimpulan. Tugasku hanya sampai minta maaf. Selbhnya bukan lg urusan saya. Dan jika memang harus berujung perpecahan. Saya lbh memilih perpecahan dgan siapapun daripada harus mengusik hal yg menjadi prinsip dalam hidup saya. Setelah maaf yg di abaikan. Saya akan meyakinkan hati untuk bisa berjalan sendiri tanpa mereka.

Kelima, saat saya sudah sampai pada titik ke empat, sekali lagi, saya perlu waktu untk beradaptasi. Belajar, merubh diri untk menjadi lbh baik.

Keenam, dalam masa adaptasi tersebut, saya akan menyesuikan diri dgn cara mereka menghdpi saya. Jika mereka kaku setelah itw. Sayapun akan kaku menghadapi mereka. Begitw sbliknya.

Ketujuh, saya tidak apa2 dgan apapun yg mereka lihat. Sekali lagi, saya hanya perlu waktu untk belajar menjadi lebih baik.

Terakhr, saya lebih suka menulikan apa yang saya rasakan, ktimbang menceritakannya secara langsung.

Maafkan diri ini dengan segala kelemahannya.

2 comments on “Iseng-tentangku

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.732 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: