93 Komentar

Cintai Lingkungan Dengan Efisisensi Kertas

kertasSetiap lembar kertas yang kita gunakan merupkan hasil penebangan kayu produktif. Kayu-kayu tesebut rata-rata berusia lima sampai sepuluh tahun. Sumber utama penghasil kayu hingga saat ini adalah hutan. Sekitar 42 % pabrik kayu yang ada di Indonesia, bekerja dalam pengolahan kayu menjadi kertas. Karenanya, kertas menyebabkan banyak penebangan terhadap hutan.

Kondisi hutan semakin kritis. Laju kerusakan hutan mencapai 1,08 juta hektar pertahun. Data terakhir mengungkapkan luas hutan yang ada di Indonesia hanya tingga 88 juta hektar. Jika kondisi ini tetap dipertahankan. Kurang dari 80 tahun ke depan hutan yang kita miliki akan habis. Fungsi hutan sudah tidak seimbang lagi. Manusia hanya memanfaatkan hutan sebagai penghasil ekonomi saja. Yang kemudian berpengaruh pada peningkatan devisa negara.

Kerusakan hutan sangat mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan hutan adalah Banjir, kekeringan, dan tanah longsor, serta ancaman pemanasan global yang semakin mengancam. Ketiga ancaman tersebut, faktanya saat ini menduduki bencana terbesar yang menlanda manusia.

Mengingat alir penebangan hutan yang mencapau 42% adalah untuk kertas. Sudah saatnya timbul kesadaran pada hutan. Kita harus menumbuhkan kepedulian pada pada lingkungan. Sudah saatnya ada metode baru sebagai alternatif efisiensi kertas.

Adakah inovasi efisiensi kertas yang kamu tawarkan??? Indonesai sedang menunggu inovasi itu. Atau bencana yang akan mendahului inovasi itu. Peduli lingkungan untuk masa depan kita yang lebih baik.

Hutan

Data terakhir Dephut menyebutkan bahwa laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1,08 juta hektar pada tahun 2008. Jumlah tersebut sangat besar dibandingkan dengan sisa hutan Indonesia yang tinggal 88 juta hektar. Jika laju kerusakan hutan tersebut terus bertahan dan tidak ada upaya untuk melestarikannya. Dapat dipastikan bahawa 80 tahun mendatang Indonesia akan kehilangan semua hutannya. (www.dephut.go.id)

Jumlah industri kayu yang bekerja dalam pembuatan kertas adalah 42% dari jumlah indusitri kayu yang ada di Indonesia. (15 fakta tentang kertas dan global warming)

Hutan memiliki banyak fungsi bagi kehidupan. Fungsi ekonomi, fungsi ekologis, fungsi klimatologis, dan fungsi hidrolis. Namun fungsi yang kebanyakan digunkan saat ini hanyalah fungsi ekonimi. Sehingga keberadaan hutan hanya dijadikan sebagai sumber kayu, rotan dan lain-lain yang kemudian berpengaruh bagi peningktan devisa negara. Fungsi ekologis di mana hutan akan menjadi subjek yang menjaga kesuburan tanah, mencegah erosi, mencegah banjir, dan mepertahankan keanekaragaman hayati semakin dilupakan. Perubahan iklim dan menumpuknya zat-zat penyebab global warming merupakan salah satu akibat dari fungsi klimatologis hutan yang mulai tidak diperhatikan. Serta kekeringan yang sering melanda diakibatkan karena hutan sebagai pengatur hidrolis sudah tidak berfungsi lagi. fungsi-fungsi hutan yang sudah tidak seimbang tersebut, memberikan ancama-ancama ekologi yang nyata bagi manusia. (e-dukasi.net)

Iklan

93 comments on “Cintai Lingkungan Dengan Efisisensi Kertas

  1. efisiensi penggunaan kertas emang penting sebagai slah satu cara menjaga keseimbangan lingkungan tp yang paling penting bukan efisiensinya tp ketegasan hukum tentang sumber daya lingkungan cz sebenranya penebangan pohon tuh udh ada aturanya. tapi sayang lagi2 uang yg bicara

    • Iya… tapi kita terlalu sulit jika harus mengatur hukum… lucu rasanya jika kita mengatur huku… karena ketidak berdayaan terhadap hukum… maka kita berusaha menumbuhkan kesadaran itu,….

      • Kunjungan Balik…….Salam Kenal Semuanya

        Yup bener temen2, budaya hemat dan budaya sadar hukum harus kita terapkan sejak dini kepada penerus2 bangsa ini, tapi perlu diingat bahwa merubah budaya atau kebiasaan dalam suatu bangsa itu tidak mudah dan memerlukan proses yang panjang, apalagi kalau para figur – figur bangsa itu sendiri udah menyimpang….wah bisa2 prosesnya tambah panjang. Ibaratnya gini tingkahlaku atau sifat anak dalam bersosial kan sebagian besarnya kan dipengaruhi oleh contoh dan pendidikan yang diberikan orangtuanya, klo orang tuanya udah kaga bener trus gmna? Sama dalam kehidupan bernegara juga. Jadi solusinya harus dibenahi dulu nih birokrasinya, entah bgimana kek caranya…….yang penting para “orang2 utan” ini lenyap dan kapok berada di indonesia, pokonya demi penegakan hukum deh……supaya jalan ke arah yang kita tuju tadi menjadi mulus dan tidak berbelok2 😀

        Thanx

    • daripada bergantung pada hukum lebih baik penghematan kertas kita mulai dari diri kita sendiri, misalnya kl ngeprint pake kertas bekas yg masih kosong ato kertas bekas ngeprint yg masih kosong sebelah dipake untuk mencatat (slnya ngeprint merupakan penggunaa kertas yg paling banyak dan boros), dsb

      Ayuk…menghemat kertas

  2. (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Kertas dan pulp merupakan salah satu penghabis hutan kita karena harus diakui kayu yang diambil dari HTI sangat sedikit.
    Salah satu cara yang efektif yang dapat kita laksanakan adalah mulai membiasakan diri untuk berhemat dengan kertas. Dan budayakan untuk mendaur ulang kertas bekas yang kita punyai.

  3. Global Warming adalah sebuah konspirasi Zionisme Internasional yang paling gencar. Tujuannya apa? Tujuannya adalah melemahkan perekonomian negara2 berkembang yang masih mengandalkan SDA dan pabrik-pabriknya. Orang-orang Zionis terlalu takut dengan kebangkitan negara-negara B.R.I.C. dan Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Tidak ada itu yang namanya pencairan es di kutub karena efek gas rumah kaca. Pemanasan Bumi saat ini lebih dikarenakan posisi matahari yang sedang dekat dengan Bumi. Banyak teori yang menggagalkan teori pemanasan Global. Silahkan baca buku “Fragile Science” karya Dr. Robin Baker. (Versi Bahasa Indonesianya berjudul “Sains yang Sesat”)

    • alaah, dikit-dikit zionisme,…kalo loe gak sepakat ama kampanye global warming,..sama dengan elo gak peduli ama peringatan yang pernah diberikan oleh nabi nuh pada umatnya,…
      loe mau semua hutan kita gundul, logis aja coy,..kalo banyak pohon lingkungan loe adem kalo gersangan,..mau gak loe kepanasan di situ,…

      • Bukan tidak sepakat, tapi teliti dulu teori mereka, jangan ditelan mentah-mentah. Allah menyuruh kita untuk melestarikan lingkungan, tetapi tidak dengan cara-cara kebohongan!

        “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
        QS Al Hujuraat (49) :6

        Saya mendukung kelestarian lingkungan, tapi sebagai seorang muslim, kita juga harus memakai akal kita untuk berpikir.

        “Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” QS Yunus (10) : 100

        Allah juga tidak akan memberikan kesusahan dikarenakan oleh usaha yang dilakukan manusia untuk kehidupannya:

        ‘ Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya”

        Bumi tidak akan lenyap karena ulah manusia :
        “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah.” QS AlFathir (35):41

      • sabar saudara surya senja,

        apa yang dipaparkan oleh saudara Tio Alexander itu ada benarnya juga, bukan sekedar pendapat penuh kebahlulan. kita juga harus berpiki menyeluruh jangan menelan mentah-mentah, istilahnya. dan bukan berarti pendapatnya itu tanda ketidak setujuannya terhadap kampanye global warming.

        salam keakraban…

  4. Hemat kertas? Ada tiga aspek…
    Pertama, kebijakan, kantor pemerintah, swasta dan seluruh kantor diwajibkan menggunakan print out document bolak balik. Mewajibkan swalayan semua toko, swalayan menggunakan tas dari kain kapas..supaya bisa dipakai berulang. Toko-2 dan swalayan mengenakkan biaya tiap penggunaan kantong tersebut–yang dipakai untuk biaya daur ulang. Diluar itu, pemerintah membatasi industri hulu penebangan kayu untuk kertas dan mengurangi subsidi untuk HTI; regulasi penggunaan kertas daur ulang dan non-chlorine. Kebijakan pemisahan sampah kertas; kebijakan kerta daur ulang
    dan masih banyak lagi…

    Kedua, di Organisasi pemerintah, non pemeritah penggunaan koreksi drfat dokumen tulisan dilayar komputer saja, tak usah dicetak diatas kertas. Bila sudah drfatnya benar betul, baru cicetak diatas komputer. Kebijakan internal organisasi–menetapkan penggunaan kertas daur ulang di kantor; pengolahan sampah dengan memisahkan sampah kertas dan sampah lainnya secara benar. dlll..menyediakan pengolahan kertas daur ulang dikantor..mudah kok ini, investasinya gak mahal. Masalahnya mau gak?

    Budaya, budaya penggunaan kertas tiap memproduksi atau untuk kepentingan lainnya dikurangi. Ini sebuah kesadaran harus tumbuh dari kesadaran individu–lalu kemudian ke kesadaran kolektif…
    Masih banyak sih,..tapi itu dulu

  5. kampanye penggunaan kertas secala bolak balik telah kami laksanakan di IPB… namun, masih banyak kendala yang dihadapi… pertama, mengingat murah dan mudahnya kertas didapatkan…

  6. Jika tidak salah, orang/manusia Indonesia tidak banyak menggunakan kertas, meskipun kebutuhan kayu yang besar untuk kertas. Mungkin, negara majulah yang begitu banyak “memakan” kertas, yang sebagiannya berasal dari produksi pabrik2 kayu di Indonesia.

    • Saya setuju, itu bisa dibuktikan dengan melihat angka produksi kertas dan konsumsi kertas di departemen perindustrian. Tingkat konsumsi kertas per kapita Indonesia jauh lebih rendah dari Malaysia. Berdasarkan data 2007, konsumsi kertas per kapita Indonesia baru 26 kg untuk 220 juta penduduk. Di Malaysia, konsumsi kertas per kapita mencapai 54 kg dengan jumlah penduduk relatif jauh lebih sedikit.

    • turut akur 🙂

  7. kl bisa bhn utk membt kertas dganti,jgn make kayu lg..

  8. salam kenal,

    efesiensi memang sangat penting tidak dalam kertas saja tapi dalam segala bidang, dalam hal kertas yang penting regulasinya pohon tebangan dan penanaman bibit baru yang harus di pikirkan lagi

    thx

  9. memang…benar, penggunaan kertas perlu di kuraaangi^^ mungkin semua orang harus memakai komputer untuk mencatat, namun energi alternatif untuk menghidupkan komputer tersebut yang harus di kembangkan sehingga mengurangi efek rumah kaca atau pemanasan global yang semakin menjadi…

  10. penghematan kertas memang perlu disosialisasikan mulai sekarang, terutama di gedung-gedung perkantoran paling banyak menggunakan kertas yang tidak terpakai dan dibuang begitu saja.
    sebagai manusia kita harus menjaga ekosistem hutan kita tidak hanya memanfaatkannya tapi juga melestarikannya..
    perlu adanya kekreatifan dari diri kita untuk mendaur ulang kertas…

  11. trus kalo bukan kayu, pengganti bahan buat kertas apa?

  12. Di daerah saya yang ngabisin hutan adalah kelapa sawit. Ada perusahaan yang menanam pohon khusus untuk industri kertas. Tapi untuk pembukaan lahan, ya sama saja, hutan lama dibabat lantas diganti dengan “kayu kertas”, begitu masyarakat setempat menyebutnya. Soal efisiensi kertas saya setuju. Dan soal larangan penebangan hutan (pohon) juga setuju. Tapi melihat keadaan sekarang ini sepertinya udah terlambat. Di daerahku sudah tidak ada lagi yang namanya hutan kayu dengan pohon-pohon besar. Yang ada cuma hutan sawit. Selain itu, tanaman karet, dan pohon buah-buahan milik masyarakat. Namun sekarang, pohon durian sepertinya mulai menjadi sasaran penebangan setelah nyaris habisnya pohon tengkawang. Sedangkan pohon lainnya yang sering digunakan untuk bahan bangunan, wah…. sudah susah dicari.

    • Iya mas,,,, terlambat bukan berarti kita harus pasrah pada keadaan kan? masih ada jalan.. dan selalu ada jalan… mari kita bersama mencari jalan itu,,,

  13. salam kenal.
    memang seharusnya kita bisa berhemat dalam hal penggunaan kertas. mungkin dengan memakai bagian belakang kertas yang masih kosong sehingga tidak perlu memakai kertas baru.

    mari cintai linkungan kita seperti mencintai diri kita sendiri

  14. Solusi terbaiknya mungkin daur ulang kertas. Tapi dari dulu saya bertanya2 apakah ongkos daur ulang lebih murah daripada bikin baru (kayu -> kertas)?

    Kertas juga bisa dibuat dari rumput laut.
    http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=37&artid=2088

  15. Yupz, hemat menggunakan kertas. banyak diantara kita yang kuarng peduli terhadap penghematan kertas, walau sepele, tapi jika dilakukan oleh sebagian besar orang, pasti efeknya terasa juga. mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari hal yang kecil setelah teratur,… Hemat dalam penggunaan listrik juga penting lho…!

  16. Terimakasih atas kunjungannya. salam kenal.
    Dunia terus menua, manusia semakin bertambah, bertambah jumlah, bertambah keiginan dan selera. Memang kita tidak bisa 100 persen bisa menyembuhkan keadaan dunia tapi cuma bisa meminimlisir, dengan tidak berlebihan, dalam hal apa saja. Semoga usahanya kampanyenya bisa bergema ke sejagat raya…

  17. Salam,
    kalo data tentang konsumsi kayu bekas Indonesia kira2 bisa didapatkan gak ya? Jika ya, apa bs bantu?
    Thx

  18. pada dasarnya, yang terpenting adalah tidak berlebihan.
    karena apapun itu berlebihan adalah tidak baik.

  19. batasi penggunaan kertas.
    biasanya di kantor2, kampus banyak menghamburkan kertas untuk laporan ato mengerjakan tugas.
    kalau mau media elektronik bisa digunakan utk buat laporan ato tugas

  20. alam tidak akan mencintai kita saat kita bertindak tidak mencintai alam.
    kita manusia biasa dan kita tidak bisa mengendalikan orang lain.
    mari lindungi alam sekitar kita, dan itu kita mulai dari diri kita.
    tetap semangat …

  21. Terima kasih telah berkunjung.
    Budayakan menghemat kertas dengan cara:
    1. buat margin lebih kecil sehingga ruang tulisan menjadi lebih lebar.
    2. pilih huruf yang hemat space dan gunakan ukuran huruf terkecil yang masih jelas untuk dibaca.
    3. gunakan halaman bolak-balik

  22. Setuju kalau kita memang harus menghemat kertas.
    Tetapi berkenaan dengan lingkungan, yang tidak kalah penting adalah bagaimana negara ini bisa mengatasi illegal logging.

  23. Aq mau hemat kertas ahhh. 😀

  24. Gw ga begitu tahu tentang kasus ini dan setahu gw, Indonesia bukan termasuk negara yang suka (banyak) memakai kertas. Kertas yang diproduksi lebih banyak diekspor ke luar negeri (maaf, gw lupa sumbernya). Jadi, salah satu langkah kongkritnya untuk pemerintah adalah membuat undang-undang yang mengaitkan antara produksi kertas, penebangan hutan dan juga tentang kebijakan pembatasan eksport kertas (atau memang UU itu sudah ada, tapi ga dijalankan sebagaimana mestinya??).

    Dan kalau kita bicara masalah keuntungan, jelas hal itu ga akan ada habisnya. Tapi hutan kita akan habis kalau digunakan terus untuk memproduksi kertas. Apakah kita mau menikmati keuntungan hanya untuk diri kita sendiri saat ini dan membiarkan anak cucu kita menangisi lahan yang sudah tandus??

    Satu hal lagi yang penting adalah bagaimana caranya mengatasi Illegal Logging secara efektif…

  25. Komentar kau itu masuk terus ke emailku secara kontinue, bisa tidak kau hapuskan, saya sudah coba belum dapat jalannya. Soalnya email saya penuh..

  26. Belajar itu pakai buku, buku dibuat dari kertas, kertas dibuat dari kayu, kayu diambil dari hutan. Banyak belajar artinya banyak menghabiskan hutan.
    Apakah kami para pelajar bersalah karena menghabiskan kayu di hutan ?

  27. nah.. yang nebang itu.. bukannya nanam pohon kembali.. ya istilahnya mah.. reboisasi.. mungkin waktu nebang mereka lupa.. untuk menanam pohon lagi.. karena sibuk motong2 batang kayu buat di olah menjadi kertas… ya.. kalau sudah begini.. semuanya angkat tangan.. walaupun masih ada tangan2 ringan yang peduli terhadap lingkungan kita.. dan itupun bisa dihitung dengan jari..

    kalau ditanya. adakah inovasi untuk menggantikan kertas??? mmm.. apa ya… ya.. pokonya.. kita semua harus menghemat2 lah.. dan juga.. mari kita tanam pohon sebanyak2nya.. bukan hanya 1000 pohon saja..

    mari kita bersama2 membangun lingkungan yang sehat, bersih, bebas dari polusi.. dan segar udara.. ya.. kita semua harus sadar diri.. itu semua pastinya kembali pada kita semua.. ^_^

    SEMANGAT.. ayo kita bersihkan lingkungan kita… ^_^

  28. alhamdulillah masih ada pihak2 yang peduli dengan kelestarian hutan……

    penggundulan hutan untuk produksi kertas memang menjadi dilema. Disatu sisi penggundulan hutan merupakan perbuatan merusak lingkungan. tapi di sisi lain kertas juga merupakan kebutuhan yang sangat penting.

    solusi dari saya hampir sama dengan teman2 yang lain. yaitu:
    1. Penghematan kertas harus digalakkan. Pemanfaatan kertas bekas untuk ngprint tugas2 ataupun asistensi ke dosen pembimbing.
    2. Daur ulang kertas. Banyak metode daur ulang kertas secara sederhana yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
    3. Perlunya revolusi dalam perundang2an yang mengatur masalah kelestarian lingkungan. Perundang2an akan menjadi payung hukum bagi usaha pelestarian lingkungan. Hal ini memang cukup sulit dilakukan, tapi jika diusahakan dengan keras dan istiqomah insyaalloh bisa. Sebagai contoh adalah ICW. kerja keras mereka dalam meneriakkan pemberantasan korupsi cukup berhasil memberikan pelajaran bagi pemerintah.

    semoga comment saya ini bisa menyadarkan diri saya pribadi dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

  29. Bismillahirrohmanirrohiim.

    Efisiensi kertas? Harus.

    1. Daur ulang kertas
    2. Penghematan kertas
    3. Penanaman pohon bahan kertas hrs digalakan bahkan hrs dicari alternatif bahan lain selain pohon. Ada ga ya?

    Diskusi-nya hanya via online ya:-) Kalau jadi satu topik dan diadakan di dunia nyata bs seru.

    regard,
    JS Ahmad
    http://jsattaubah.multiply.com

  30. gw dah manfaatin koran bekas sbg bungkus nasi..
    apakah gw dah termasuk peduli lingkungan bozz..?? hehehehe…

  31. susah sekali tergantung dengan kertas, kecualiada bahan lain sebagai penggantinya. saya hanya dapat menyubang pemakaian kertas bolak balik untuk naskah tulisan saya. mengumpulkan dan menjualnya (tidak dibakr)

    mendukung semua upaya “keramahan lingkungan”
    http://jogjacreative.wordress.com

  32. gw dan anak-anak KPK (komunitas pecinta kertas) memanfaatkan kertas dan kardus bekas dengan cara di guna ulang (reuse) dan digunakan sebagai bahan utama, untuk membuat aneka ragam bentukan-bentukan seperti patung kertas, replika hewan, kendaraan, Gaun, sendal, batu, sepatu, topeng, kacamata, wayang, gelang, kalung, topi, blangkon, aneka ragam karakter seperti monster, robot, dan karakter lokal serta aneka ragam bentuk lainnya yang ga bisa gw sebutin satu per satu..

    Jika diantara kalian ada yang ingin bergabung,

    silahkan gabung di grup kami yang ada di Facebook.

    terima kasih

    -petok!-

  33. AYO GUNAKAN KERTAS BULAK BALIK..

    EFISIENSI KERTAS LEBIH BERHARGA DARI PADA “NILAI EKONOMIS” YANG DIGEMBAR-GEMBORKAN..

    1 pohon untuk oksigen kita saja sudah kurang..
    apalagi berjuta pohon untuk pemakaian kertas..

  34. andaikan manusia bisa menulis di udara kosong.

  35. Yuk kita mulai dari diri kita…. 🙂

  36. yok kita mulai dari hal terkecil..

  37. cintai dan jaga bumi kita….
    mulai detik ini… hingga akhir hayat kita…
    maju terus…

  38. SELAMATKAN KERTASSSSSSSSSSSS….!!!

  39. MAsalah hutan sebenarnya bukan hanya concern orang di indonesia saja.. Seluruh negara di dunia ini sangat mengkhawatirkan keadaan hutan kita,,karena 20% dari total lahan hijau di dunia ada di Indonesia.. maka jika semua itu hilang maka tidak terbayangkan bagaimana keadaan bumi kita ini.. Menghentikan jelas tidak mungkin, tapi mecegah dengan bersikap disiplin dalam penggunaan kertas akan menjadikan semua lebih baik walaupunmemang itu sedikit

  40. Reksohadiprodjo (1992) dalam bukunya Ekonomi Lingkungan, menyebutkan bahwa lingkungan hidup merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup termasuk manusia di dalamnya dengan faktor-faktor alam. Lingkungan hidup terdiri dari berbagai proses ekologi dan merupakan suatu kesatuan. Proses ini merupakan siklus yang mendukung keberlangsungan lingkungan hidup itu sendiri, yang berupa (1) siklus hidrologi, yang mengatur tata perairan; (2) siklus hara, yang mengatur tata makanan; (3) siklus energi dan bahan yang mengatur penggunaan dan perubahan bentuk energi, dan siklus lainnya yang merupakan struktur dasar ekosistem.

    Struktur dasar ekosistem berlangsung di bulatan bumi tempat kehidupan atau biosfir yaitu daerah kulit bumi tempat persinggungan antara daratan (litosfir), air (hidrosfir), dan udara (atmosfir). Pendapat Lovelock, Odum, dan Myers yang dikutip oleh Mohamad Soerjani (1991) menyebutkan: biosfir sebagai tempat kehidupan adalah sistem yang dapat mengatur dirinya sendiri, sehingga memungkinkan bumi tetap ada, berlanjut secara sehat, dan nyaris sempurna melalui pengendalian lingkungan hidup secara fisik, kimiawi, dan biologis.

    Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai lingkungan hidup manusia, yang didukung oleh pengertian lingkungan hidup yang tertera dalam Undang-undang Republik Indonesia No 23 tahun 1997, tentang ”Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup”. Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya”.

    Para ahli lingkungan pun seperti Otto Soemarwoto, Soerjani, dan Rambo sepakat bahwa lingkungan hidup terdiri dari lingkungan alam, yang meliputi lingkungan fisik dan biologis; lingkungan buatan, yang juga terdiri dari lingkungan fisik dan biologis dengan intervensi manusia; dan lingkungan antar manusia atau lingkungan sosial budaya. Menurut Soerjani, lingkungan sosial budaya menentukan sampai seberapa jauh lingkungan hidup alam mengalami perubahan menjadi lingkungan buatan. Bahwa lingkungan hidup alam dapat berubah secara drastis menjadi lingkungan buatan tergantung perilaku manusia yang terjadi dalam lingkungan hidup sosial dan budaya. Maksudnya adalah lingkungan alam yang terdiri dari “benda-benda mati” (abiotik) dan “jasad-jasad hidup” (biotik) termasuk manusia, pada mulanya dibentuk secara alami, artinya manusia tidak ikut serta dalam pembentukan lingkungan. Sejak manusia muncul, lingkungan alami mengalami perubahan, karena perilaku manusia dalam usahanya untuk meningkatkan kehidupannya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Lingkungan alami menjadi lingkungan buatan manusia (man-made environment).

    Pada saat manusia tercipta sebagai satu di antara hampir dua juta jenis makhluk hidup lainnya, maka tempat tinggal atau habitat hidupnya bersifat alamiah sama dengan makhluk hidup lainnya. Tetapi dengan perubahan-perubahan Lingkungan alam menjadi lingkungan buatan akibat desakan manusia, habitat manusia sekarang beralih ke lingkungan buatan.

  41. karep2e pd lah,kadar q wis ora nganggo buku..

  42. setuju …!!!
    mari kita sama” menjaga kelestarian hutan kita dengan cara menghemat kertas ..

  43. Salam

    Selama ini saya selalu menolak kalau mau dicetakkan kuitansi pembelian suatu barang, kecuali u keperluan bukti pembayaran di kantor.

    Segala surat menyurat juga sudah diganti dengan model elektronik, kadang ditambahi dengan pesan di bawah surat, yaitu “pikir dahulu sebelum mencetak, jika tidak terlalu urgent baca saja di layar monitor”.

    Salam

  44. […] Kamu [Download] Ringtoon … di UTS atau Mengarang Bebas eshape di Cintai Lingkungan Dengan Efisi… TEKNOLOGI – 110 Ribu… di Grup FB, Menghina Islam bhandung di Malaysia Akui Tari Pendet […]

  45. Kantor saya telah menerapkan efisiensi penggunaan kertas sejak setelah krisis 1997 karena pada waktu itu kertas teramat mahal, tidak lama kemudian pimpinan kita menerapkan paperless office berbasis web, jadi disposisi pekerjaan,undangan rapat,pengumuman dan lain2 dilakukan lewat web dan semua pegawai wajib membuka alamat yang telah ditentukan untuk melihat dan mengecek tugas masing2 yang diberikan pimpinan lewat web paperless office kepada para pegawainya, hal ini sangat2 menghemat penggunaan kertas. dan di mejal2 yang dulunya banyak bertumpuk2 kertas sekarang hampir tidak ada, kalau adapun cuma beberapa lembar saja. kantor juga jadi bersih indah. Kiranya pengalaman kami ini bisa memberi inspirasi bagi instansi lain untuk ikut Go paperless office ,memperkecil penggunaan kertas yang mana kertas sendiri dibuat dari kayu2 hutan yang telah banyak di babat habis.

    salam damai .

  46. mas Haris…sekarang ini sudah ditemuka kertas yang bahannya bukan dari kayu lo….tapi dari ganggang merah Rhodophyta, sejenis rumput laut, bahan untuk agar-agar. Ganggang merah jenis ini ternyata banyak di hasilkan oleh indonesia, yang notabene adalah negara perairan. Penemunya Pegasus International yang berbasis di Korea Selatan dan penemuan ini sudah dipatenkan di 44 negara termasuk Indonesia.

    Dan sekarang sedang berjalan proyek investasi besar-besaran produksi kertas dari jenis ini di Lombok. Untuk tahap awal mereka telah berinvestasi sebesar Rp 15 Miliar. Katanya, satu hektare bisa menghasilkan 3-5 ton ganggang merah. Bisa menghasilkan kurang lebih 1 ton bubuk kertas. Per ton bubur kertas memerlukan sedikitnya 4,5 meter kubik kayu gelondongan. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kertas itu, per tahun sekitar 300 ribu hektare hutan alam ditebang.

    Para peneliti itu menyimpulkan ganggang merah dapat dijadikan lembaran kertas. Bahkan kualitasnya lebih baik. Dibanding kertas biasa, kertas dari ganggang merah bisa dibikin sangat tipis namun tetap kuat. Tak seperti pohon, yang memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum bisa dipanen, ganggang cuma butuh 70 hari.

  47. Sekedar urun rembuk, buku-buku pelajaran dipakai selama 1 dekade dan ganti buku baru pada tahun ke sebelas. Terus, kertas dari ganggang merah untuk buku perpustakaan

  48. follow my blog guys…
    lagi bikin tugas heheheheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: