4 Komentar

Renungan Hari Kebangkitan Nasional “dari milis yang beredar”

Tidak tau siapa penulis aslinya… tapi ini cukup untuk membuat saya untuk merenungi makna kebangkitan nasional. Tulisan ini saya dapatkan dari milis Forces IPB. Dan merasa tulisan ini perlu dibaca oleh orang-orang yang dekat dengan saya,,,,

Saat menonton televisi beberapa bulan ini:
1. kasus cicak buaya, sekarang si buaya jadi cicak, dan seterusnya (episode bersambung,mungkin dibuat trilogy).

2. Penggerebekan kasus terorisme yang heboh (atau dibuat heboh?) dan selalu dipenuhi aksi layaknya film SWAT (versi sinetron streaming ala Indonesia, dari pagi sampe pagi lagi, diulang-ulang terus siarannya), dan anehnya kenapa si teroris selalu tewas dalam penggerebekan? biar gak banyak omong borok diri di media kyk si “buaya yg jadi cicak”. Mungkin.

3. Kasus Century yg lebih berkesan balas-balasan layaknya anak kecil yang berebut mainan, dipenuhi tipu muslihat ala politisi Indonesia yg tidak pernah konsisten terhadap opsi A,B, atau C. (sekalinya ada yg konsisten karena udah kepalang malu, bahkan rumah tangga terancam cerai, karena si suami malah mendekati musuh si istri)

4. Piala Thomas dan Uber selalu kalah sama Cina, mungkin Indonesia biasa juara lagi kalau Cina tidak ikutan piala Uber dan Thomas? Ternyata pelatih Cina, yang menghasilkan Lin Dan cs adalah mantan pelatih Indonesia kelahiran Lampung, Indonesia yang ditahun 90-an tidak diberikan kewarganegaraan Indonesia nya dan memutuskan pulang ke Cina dan jadilah dia bagian yang menghasilkan tim Thomas Cina kuat seperti sekarang. Kalau ada pepatah, mungkin cocoknya dibilang “Senjata makan tuan”. Agak khawatir saja, si ibu mantan MenKeu yang serasa diusir dari negara sendiri gara-gara kasus Century yang sampai sekarang “belum jelas” itu padahal sudah mengabdi untuk negaranya, bisa-bisa jadi seperti cerita pelatih Thmas Cina, ditarik jadi staff ahli kementrian keuangan di Amerika, dan membantu Amerika menyelamatkan Amerika bangkit dari krisis. Dan tinggalah kita yang anjlok malah kena krisis dan kena pepatah lagi “Senjata makan tuan”.

5. Menonton sepak bola Indonesia serasa nonton film Gladiator, si wasit jadi Gladiator, pemain jadi singanya, dan di tribun adalah penonton yang ingin menyaksikan si gladiator dicabik-cabik oleh Singa. Dari tribun penonton terdengar jelas teriakan-teriakan “wasit goblok…wasit goblok….”‘
Katanya 2022 mau calonin diri jadi tuan rumah piala dunia? gosip atau fakta juga masih belum pasti, yang sudah pasti ketum PSSI nya belum mau mundur sebelum masa jabatannya habis, dan beliau berkata, tidak akan mencalonkan diri lagi untuk ketum PSSI berikutnya. (akhirnya sadar juga). Bakat terbaik seperti Boaz Salosa malah terkesan seperti mendapatkan turnamen yang tidak membangun, karena suasana Liga Super (super?? yakin?? ) lebih terkesan seperti tarkam. Rasanya ingin cepat-cepat nonton piala dunia 2010 saja, lebih menghibur, apalagi di afrika selatan nanti katanya bakal lebih seru karena pembukaannya pakai bom bunuh diri (sekarang memang trennya begitu, sudah pada bosan katanya klo cuma kembang api). Mungkin memang susah ya cari 11 orang pintar main bola dari 220 juta kepala ya?

6. Sekarang di negara kita lagi musim kejatuhan meteorit, gempa, angin puting beliung, gunung merapi meletus, banjir bandang, dan musim penyakit-penyakit mematikan seperti flu burung, flu babi, dan demam berdarah, sesekali juga ada musim kebakaran dan musim tabung gas elpiji meledak, mungkin sudah bosan musim rambutan, mangga dan duren terus kali ya.

7. Negara kita mungkin kalau diadakan award Negara paling hobi Demo mungkin jadi juara ya. Hampir tiap hari ada saja yang demo bahkan kadang orangnya itu-itu lagi. Setiap menonton aksi mereka di jalan dengan seluruh atributnya. Mereka ini apa ndak kerja? apa ndak kuliah? apa ndak panas? apa ndak capek? apa sudah hobi nya ya? seperti saya yang hobi main futsal, sudah tau bola cuma 1 direbut 10 orang, capek, tapi menyenangkan dan menyehatkan. Mungkin memang ada ya orang-orang yang hobi nya demo. Mungkin.

8. Sekarang lagi tren film “eksekusi tanah sengketa” biasanya jalan ceritanya. Ada 2 pihak bersengketa, yang menang sidang di pengadilan bawa satpol PP, yang kalah bawa masa teman, kerabat, keluarga, sahabat, teman bayaran, kerabat bayaran, keluarga bayaran dan sahabat bayaran. Lalu akan ada pertarungan di lapangan. Lalu ada teriakan , makian,lemparan, sabetan, sampai penembakan gas air mata (kalau yang ini udah level sengketa puluhan miliar biasanya). Diakhir cerita , adegan mengambil setting di rumah sakit terdekat dengan laporan berapa korban luka, korban meninggal, dan lucunya biasanya si pihak utama yang bersengketa tidak pernah jadi korban luka atau sampai meninggal. Maklum namanya juga film sekuel, jadi jagoan utama dan musuh utama ndak boleh mati dulu. Ntar habis filmnya.

9. Untuk orang Indonesia dilarang mencuri yang kecil-kecil atau murah-murah seperti kapas, semangka, buah coklat, listrik, atau dompet, resikonya besar, bisa dibakar masa, dipukulin masa, dipenjara beberapa tahun (tapi kalau bisa diblow up media kemungkinan jadi bebas malah besar). Sekarang yang lagi ngetrend itu maling uang rakyat, dapatnya banyak, dipenjara paling setahun dua tahun, itupun masih bisa bebas, kalau kita mengaku “ilang ingatan” atau “sakit keras”, (pilih mana tinggal dipenjara atau di rumah sakit mewah?), dipenjara maling uang rakyat juga enak kok, ada kamar VIP ,layaknya hotel bintang 5, cuma beda seragam pelayannya saja kok.

10. Orang miskin dilarang sakit!!! kalau ndak ntar diusir dari rumah sakit lho atau bayinya ditahan dulu (asal jangan sampai dijual saja ya). Maklum negara katanya lagi agak murat marit, jadi belum bisa membiayai biaya perawatan rakyatnya yang sakit. Tapi negara juga belum bisa menjamin untuk membuat sehat rakyatnya. Tapi kalau bisa di blow up media lumayan bisa dapat koin berlimpah seperti paman Gober dan lautan uang logamnya lho.

11. Sekarang juga lagi tren anak sekolah kesurupan, atau menangis serentak diseluruh propinsi Indonesia pada hari bersamaan. Maklum angka ketidak lulusan UAN masih tinggi dan merata diseluruh daerah dan kota juga lho. Katanya UAN nya yang salah, katanya juga Pemerintah yang buat UAN salah, katanya Guru yang mengajari sebelum UAN yang salah, katanya soal UAN nya yang susah yang salah, katanya Sekolahnya yang salah, katanya , katanya dan katanya. Yang pasti beberapa siswa yang mendapatkan nilai tertinggi di tingkat nasional bukan dari orang kaya, bukan dari sekolah yang mahal juga, intinya Pendidikan tidak selalu sebanding dengan harta benda. Yang lebih utama adalah etos belajar mengajar. Yaitu yang mengajar dan diajar. Setuju?

12. Satu lagi kebanggaan dikalangan masyarakat kita yaitu menunjukkan anaknya yang amsih balita sudah hobi merokok, bahkan bisa menghabiskan satu bungkus dalam sehari. bahkan salah satu anak balita tsb mampu menunjukkan aksi membuat bulatan-bulatan putih dari asap rokok yang dikeluarkan dari mulutnya. Mungkin maksudnya lumaya kalau bisa jadi bintang iklan rokok, bayarannya gede. Kan cukai rokok salah satu penyumbang dvisa terbesar negara kita. Atau mungkin karena harga permen dan coklat mulai mahal, jadi supaya irit diganti rokok biar irit. Mungkin.

Setiap hari menonton hal-hal demikian.Jadi bertanya pada diri sendiri. Negara macam apa yang saya diami ini? Apa negara ini masih punya masa depan? Apakah negara ini masih bisa bangkit dari keterpurukannya?

Lalu saya matikan televisi saya, dan saya keluar rumah, melakukkan aktifitas sehari-hari. Dan saya menemukan masih banyak orang baik, orang yang bekerja keras, orang yang tak berhenti belajar siang malam, orang yang ramah, orang yang dermawan, orang yang suka memuji saudara dan temannya, orang yang suka menolong temannya saat kesusahan, orang yang saling menjenguk dikala temannya atau saudaranya sakit, orang yang senang melihat temannya berhasil, orang yang sedih melihat temannya tertimpa musibah, orang yang patuh dengan orang tuanya, orang yang masih memegang teguh agamanya, orang yang menjunjung tinggi budayanya, orang yang suka nasehat menasehati secara baik, orang yang menghormati pemimpinnya, orang yang menyayangi anak-anaknya, dan semua orang tadi berbahasa Indonesia.

Dan terciptalah sebuah perasaan, saya masih cukup optimis, negara ini masih bisa bangkit dan punya masa depan yang baik.

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Iklan

4 comments on “Renungan Hari Kebangkitan Nasional “dari milis yang beredar”

  1. wahh….
    tulisan anda sangat bermakna bung….!

  2. tulisan nya bagus bung.., walaupun telat..saya mau tag di facebook..Bolehkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: