2 Komentar

Cabe

Seperti cabe, pedas, tapi sangat dicari. mumpung harga cabe lagi tinggi-tingginya, jadi sepertinya asyik nie ngomongin cabe. sekalian sedikin menceritakan ‘kisah’ sedih dalam satu kepanitian. mungkin nama kepanitiaannya tidak perlu di sebutkan ya.. karena sampai saat ini masih berlangsung. khawatir akan menjatuhkan mental teman-teman panitia dan peserta. Hanya saja ingin berbagi pelajaran penting dari peristiwa itu.

Ini merupakan sebuah kepanitiaan besar yang saya ikuti. 2 the Point aja, cerita seluruh panitia sudah merangkai kegiatan dari 0-100. dari persiapan hingga pelaksanaan dan dari modal pribadi hingga dana dari segala sumber.

Acara pun dilaksanakan dengan sebuah rangkain yang telah disusun sedemikian rupa. Setiap rangkaiaan acara dipersiapkan sematang mungkin dengan menentukan indikator keberhasilan yang akan dicapai dalam rangkaian acara tersebut.

Tiga hari berlangsung. semua baik-baik saja. panitia dan peserta menikmati acara.Yah.. saat inilah kami merasakan manisny ‘gula’ hasil perjuangan kami. acara berjalan lancar, indikator pelaksanaan tercapai dan apa yang kami rencanakan tercapai.

Peristiwa tidak menyenangkan justru terjadi pada saat pertengahan pelaksanaan hari ke-3. Tiba-tiba saat pelaksaan berlangsung, seorang dosen “jagoan” datang dan dengan alasan yang hanya dia ketahui sendiri datang dan membubarkan acara tersebut. yang paling tidak nyaman adalah, beliau membubarkan acara seenaknya tanpa memperhatikan posisi panitia yang saat itu ada di situ. Amarah ia keluarkan di depan seluruh peserta dan panitia. Tentu saja hal tersebut sangat mengganggu kondisi psokologis peserta, apalagi panitia yang jelas-jelas tidak mengerti alasan kegiatan tersebut di bubarkan. padahal kegiatan tersebut adalah kegiatan legal yang diselenggarakan di area kampus.

Sontak, panitia dan peserta bubar saat itu juga. Panitia tentu saja sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Harga diri mereka seolah-olah diinjak-injak di depan peserta. aku sempat ikut shok sebagai bagian dari panitia. namun, karena adanya SC yang LUAR BIASA yang bisa mempertahankan konsistensi panitia lainnya.

Kali ini aku berfikir bahawa, kejadian itu memang sangat pedas, pedas, bahkan pedas sekali. Tapi justru bukan menjadi alasan untuk mengendurkan semangat. acara  yang kami rancang masih jauh. Masih panjang rangkaian acara yang akan kami laksananak. jadi kejadian tersebut hanyalah sebagai bumbub penyedap saja. seperti halnya cabai, pedas, tapi terus dicarai, walaupun harga mahal seperti saat ini.

Jadi, tidak ada alasan untuk menyerah, hanya karena menemukan rintangan di tenga perjalanan. Kita tidak akan merasakan manis, jika kita belum pernah mencicipi pahit. untuk teman-teman panitia, tetap semangat. Kekalahan itu hanya terjadi saat kita berhenti untuk berjuang.

Iklan

2 comments on “Cabe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: