6 Komentar

Liputan Jurnalistic Fair 2010

Rosiana Silalahi, bersama Glen Fredly datang mengguncang IPB.  Kehadiran ini adalah rangkaian perjalanan mereka dalam kegiatan ROSSY Goes to Campus… acara ini telah diselenggarakan ada pertengahan Ujian Tengah Semester yang tengah “melanda” IPB, Sabtu, 30 September 2010. Tak kurang dari 1500 mahasisaw memadati gymnasium yang menjadi lokasi kegiatan tersebut.

Apa Kata media tentang acara ini ???

Jurnalis harus menggunakan hati nurani dan senantiasa berpedoman pada kode etik jurnalistik. Hal tersebut dikatakan wartawan senior Rosiana Silalahi saat menjadi moderator acara bincang-bincang Rossy Goes to Campus dengan tema “Indonesia Tangguh” di Gymnasium Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (30/10).

Acara bertajuk Journalistic Fair itu menghadirkan beberapa narasumber, salah satunya Arief Suditomo. Pemimpin Redaksi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) itu menyesalkan etika wawancara jurnalis yang terkadang tak melihat sikon (situasi dan kondisi).

Menurut dia, ada wartawan yang melewati batas privasi narasumber demi mendapatkan sebuah berita. Selain itu, sambung dia, masih sering dijumpai wartawan dengan pertanyaan tidak pada tempatnya. “Pada korban bencana misalnya, wartawan kok malah menanyakan perasaan korban,” ujarnya.

Seperti talk show pada umumnya, acara diisi dengan diskusi dan diwarnai perdebatan. Ialah Ade Armando, pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) yang sedikit berseberangan dengan pendapat Arief.

Menurut Ade, wartawan memang berada di lapangan serta berhadapan langsung dengan narasumber. Namun, tidak sertamerta baik buruknya berita menjadi tanggung jawab wartawan sepenuhnya. Keputusan, sambung dia, tetap ada pada redaktur.

“Pernah saya temui kasus dimana wartawan sudah berusaha tidak menayangkan gambar dengan alasan kemanusiaan, tapi redaktur dan pimred malah keukeuh menayangkannya,” ujar Ade.

Sebagai moderator, Ochi -sapaan akrab Rosianna- kembali menengahkan serta menarik benang merah perdebatan. Ochi mengambil sampel liputan korban bencana. Menurut dia, seorang jurnalis seharusnya mengambil sisi human interest sewajarnya, tanpa mengangkat korban sebagai objek eksploitasi.

Jurnalis, lanjutnya, jangan sampai menambah beban atau bahkan menimbulkan problema baru bagi narasumber. “Mending gak usah berangkat,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) IPB, Ach Firman Wahyudi mengatakan, Rossy Goes to Campus sengaja membawa beberapa narasumber. Di antaranya, Arief Suditomo, Ade Armando, Sofyan Wanandi, Dirgo Purbo, Ahmad Arif dan artis peduli kemanusiaan Glenn Fredly.

Acara yang digelar sejak pukul 13:00 itu dipadati sekitar seribu mahasiswa dan diakhiri dengan penampilan memukau Glen yang membawakan tembang-tembang andalannya. “Acara ini hasil kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM KM IPB dengan tim Rossy Goes to Campus,” imbuh Firman. (cr12)

Dari RADAR BOGOR Edisi 1 November 2010 —>

Iklan

6 comments on “Liputan Jurnalistic Fair 2010

  1. alhamdulillah sy bisa ngejabat tangan glen fredly, ya meskipun dengan perantara teman saya yang dapet doorprize.. lol
    :p

  2. ummm…. actually… coba JF tahun kemaren kyk gitu… 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: