6 Komentar

Ujian yang Benar-Benar Menguji

Sekali lagi, saya mengangkat tulisan tentang ujian. memang kasus yang satu ini tidak pernah ada henti-hentinya dalam kehidupan manusia. Ini akan bercerita tentang ujian hari ini (Rabu, 3 November 2010). Mata kuliah yang di ujikan hari ini adalah komunikasi massa. Ujian kalu ini bisa dibilang berakhir tepat waktu banget (ga biasanya, biasanya 15 menit sebelum berakhir kelas udah kosong). Mimik muka mahasiswa yang keluar sepertinya tampak 10 tahun lebih tua dari aslinya. Senyum bahagianya aja udah pasti di paksa. Tapi mungkin ga semua, ada juga yang memang keluar dengan senyum lepas, tak tahu dah lepas karena setress atau apa. yang pasti, terjadi penggodokan yang luar biasa di dalam sehingga mengasilkan wajah-wajah baru yang membara. (mungkin di bilang berada dalam emosi DJIWA).

Ujian ini sudah dipersiapkan sematang mungkin, siapapun sudah tahu bentuk soal yang akan dikeluarkan oleh Ibu Siti Sugiah Mugniesyah, Jumlah soal yang banyak sudah dipahami oleh mahasiswa. Hafal mati jawaban?? pasti sudah dipersiapkan. Benar saja ketika soal A dan B (wah soalnya dibedain untuk mendidik kejujuran) 25 soal Pilihan Benar Salah langsung tersenyum. 25 Soal Pilihan Berganda tak mau Kalah. Di halaman berikutnya ada 20 soal yang sedang mecari jodohnya. wao… setidaknya 70 soal sudah tersenyum. langsung siap untuk di santap. Tapi, ternyata ada satu halaman lagi, 8 soal esay yang luar biasa. Whaaaaaaaaaaaaaaaaa… untungya.. kedelapan soal itu tak harus dikerjakan semua. kita bebas memilih 35 poin dari soal dimana masing-masing soal sudah ada poin tersendiri. Jadi sebelum ngerjain soal kudu mate-matikan dulu yang jalan. oke… sejauh ini sudah cukup cerita tentang jumlah soalnya.

Berikutnya untuk isi dari soal tersebut, entah mengapa ketika memegang pulpen hitam mahal di tanganku. tiba-tapi kepala rasanya blank. Hapalan-hapalan mati yang udah dijadikan amunisi entah kenapa ga pada ikut masuk ruangan. Pas baca soal. wawooooooooo… ini baru tipe soal ujian. benar-benar menguji. ternyata amunisi hafal mati saja tidak cukup. Untuk menjawab satu soal paling sederhana pun kita harus memiliki kekuatan ganda. Hafal mati + kemampuan analisis. Begitulah bentuk soalnya. selain kemampuan menghafal soal-soal yang deikeluarin banyak yang punya anak kalimat yang bikin kita makin pusing. kita bisa optimis pada induk kalimatnya. tapi bagaimana seetelah ditambah anak kalimat? hem butuh analisis tingkat tinggi.

Kerja sama dan mencontek ??? jangan harap. Ruangan GKA diawasi oleh 4 orang pengawas yang dahsyat. termasuh ibu Siti Sugiah Mugniesyah di dalam. Pesan-pesan moral selalu diberikan ketika ada gerak-gerik aneh di dalam kelas. Kalo lirik kiri udah pasti soalnya beda. tapi kalo dipikir-pikir dengan soal yang sebanyak itu mustahil sepertinya punya waktu untuk melirik. Mahasiswa kayanya lebih asik dengan lirikan soal yang bejibun di depannya.

Inilah ujian yang banar-benar menguji. tidak hanya menguji pengetahuan dan pemahaman, tapi juga menguji keimanan. jadi bagi kamu yang ingin merasakan benar-benar diuji di ujian. memilih mata kuliah komunikasi massa adalah sebuah pilihan yang bijak.

Iklan

6 comments on “Ujian yang Benar-Benar Menguji

  1. mau nanya akh…
    kan matakuliahnya komunikasi massa, kok ga boleh berkomunikasi???

    hehehe

    • nah itu dia.. saya pun mikir gitu.. harusnya ujiannya ada TV Radio ama internet yang bisa di pake di ruangannya…ama ada HP… hahahha

  2. ente soal banyak, susah ngisinya. ane soal cuman dua biji, abiz pulpennya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: