2 Komentar

Pola Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar

Sebagai orang akademisi sudah seharusnya dosen dan mahasiswa memahami pola komunikasi yang efektif untuk di terapkan dalam sebuah kegiatan belajar mengajar. Hal ini penting karena keefektifak kegiatan belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh proses komunikasi. Proses komunikasi berbanding lurus dengan kesuksesan belajar mengajar. Sehingga semakin efektif proses komunikasi semakin sukses juga suatu kegiatan belajar mengajar. Beberapa pola komunikasi yang ada dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut.

komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah. Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif dan siswa pasif. Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi. Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar. Kondisi seperti ini bisa saja menghasilkan suasana belajar yang kondusif, namun ini adalah proses ‘pemintaran pengajar’.

Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah. pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperan sama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi. Disini,sudah terlihat hubungan dua arah,tetapi terbatas antara guru dan pelajar secara indivudual. Antara pelajar dan pelajar tidak ada hubungan. Pelajar tidak dapat berdiskusi dangan teman atau bertanya sesama temannya. Keduanya dapat saling memberi dan menerima. Komunikasi ini lebih baik dari pada yang pertama,sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relatif sama.

Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi. Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara gurudenan siswa tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal,sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat mengembangkan komunikasi ini (Nana Sudjana,1989)

Setalah mempelajari dan mengalami dalam kehidupan nyata, maka saya menembukan sebuah pola komunikasi baru. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang ilmiah karena di buat hanya menggabungkan antara pola komunikasi pertama dengan pola komunikasi ke tiga. Hasilnya adalah pola komunikasi tak terkendali. Dalam pola komunikasi ini, Guru mengajar tanpa melibatkan pelajar secara dalam, sementara pelajar memiliki komunikasi yang intens sesamanya, sehingga hal ini rentan dengan kondisi kelas yang tidak lagi kondusif. Jika berada dalam kondisi ini, maka peluang terjadi kegagalan proses belajar-mengajar sangat tinggi, ini bisa saja menjadi pola komunikasi terburuk dari semuanya. Namun, secara besic pelajar-pelajar tersebut sebenarnya memiliki kompetensi untuk dibawa belajar menggunakan pola ke tiga.

Iklan

2 comments on “Pola Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar

  1. pak, sebaiknya ketika pola komunikasi masing-masing memiliki bukti pak, terus, ada pola yang lain juga pak, guru dan siswa berkomunikasi aktif dan antar siswa juga mungkin untuk berkomunikasi, karena sangat tidak mungkin menemukan kondisi komunikasi santar siswa yang tidak saling berkomunikasi saat proses belajar mengajar berlangsung, tapi tulisan bapak ni menurut saya sudah cukup baik, karena sudah memasuki ranah logis, tapi pak belum masuk ranah empirisnya, terima kasih dan semangat Pak, hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: