6 Komentar

Tak Sebatas Tahun Baru

Jemari kembali menari di atas key board. Menceritakan apa yang telah dilihat mata dari perjalanan kaki malam itu. Tidak ada yang istimewa. Hanya sedikit kesal. Oh.. ternyata tidak sedikit. Tapi sangat mengesalkan. Ini adalah salah satu kejadian yang kembali meyakinkanku pada istilah “manusia hanya bisa merencanakan, namun Tuhanlah yang memutuskan.”

Aku dan IPA 3, kelas SMA ku tiga tahun dua tahun silam (2008). Kekompakan, keakraban, kebersamaan kala itu masih hangat terasa. Tidak ada rencana yang tidak terlaksana. Bahakan kegiatan tak terencanapun bisa berlangsung dengan mulus. Pendapat satu orang selalu mewakili pendapat satu kelas. Menderita bersama karena ketidak matangan rencana berkali-kali kami alami. Tapi itu tidak masalah, tidak pernaha ada hal terburuk yang kami alami. Paling sebatas ujian kekompakan kami.

“kebersamaan, keakraban, kekompakan tidak akan bisa dipupuk dalam sauasana bahagia, mustahil itu. Kerena bersama dalam kondisi bahagi adalah sesutu yang lumrah. Namun, mengalami penderitaan/kesulitan bersama adalah salah satu kegitan yang sangat memupuk kebersamaan. Tidak sebatas kebersamaan, bahkan kondisi seperti ini bisa mempererat kekeluargaan. Itulah makanya, jika ada kegiatan yang mengarahkan pada keakraban. Maka bukan Mall tempat yang layak untuk dijadikan lokasi. Melainkan, pergilah ke-alam. Berkemah dan nikmati apa yang terjadi bersama. Dingin, lapar, gelap, takut, nikmatilah bersama. Maka ini yang akan menyatukan.

Akhir-akhir ini semuanya rasanya semakin berubah. Suasana kekompakan itu perlahan luntur. Maklum aku. Dua tahun kami telah memasuki dunia kami masing-masing. Dunia baru di bangku kuliah. Dan dunia baru di meja kerja.

Rencana menghabiskan waktu 31 Desember ke Anyer batal. Merayakan tahun baru? Bukan. Bukan untuk tahun baruan. Perjalan ini tidak lebih sebatas perjalanan bisa. Memang sempar terbesit, kalu kami akan membuat kegiatan kelas setiap tanggal 31 Desember. Tanggal ini kami jadikan tanggal krusial. Tanggal di mana kami melakukan reuni teman sekelas. Sekali lagi, bukan untuk tahun baruan melainkan, satu acara yang akan selalu mengikat kami dalam satu kebersamaan.

Tanggal tersebut kami jadikan tanggal krusial kami. Hal ini tidak lebih karena adanya sebuah filosofi atau makna yang ingin kami tonjolkan. Tanggal tersebut benar adalah hari peralihan tahu. Sehingga, kami ingin bersama dalam peralihan waktu tersebut sebagai wujud kebersamaan kami. Bersama selama setahun itu tidak mungkin. Namun dengan memanfaatkan momen tersebut. Kami akan seolah-olah bersama sepanjang tahun. Kami bisa bersama dari tahun 2010 hingga 2011. Dan kami juga bisa bersama dari tahun 2011-2012. Sebuah perjalanan waktu. Yang memberikan kami ruang untuk selalu bersama sepanjang tahun.

Iklan

6 comments on “Tak Sebatas Tahun Baru

  1. to tweeeeeeeeeeeeeeeeeetttt, padahal mahal lho kalo jalan2 pas akhir tahun :p

    • hahaha… jadinya bikin layar tancep gan,,, nyewa LCD.. awalnya mau muterin film masa SMA,,, eah…. warga pada ngumpul… ga jadi dah… hahahah

  2. Agenda tahun baru selama kuliah :
    Tingkat 1 : Baca novel
    Tingkat 2, 3, 4 : Browsing + iseng ngetest kecepatan download pas tahuan baru

    :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: