6 Komentar

UN, Masih Jadi Headline

Cerita seribu satu malam, mungkin ini adalah kategori baru yang cocok untuk menjelaskan makna UN di mata Media. Entah mengapa, semenjak mengenal media, masa-masa UN adalah masa yang paling meriah untuk para WARTAWAN memburu berita. Tak jelas apa sebenarnya motiv yang mereka bawa. Pemberitaan UN selalu menjadi Headline yang menarik di semua media.

Bukan proses UN yang mereka sampaikan, melainkan segala sesuatu yang merusak citra pendidikan yang paling diburu. Tahun demi tahun masih saja menceritakan hal yang sama. Sehingga para watawan tersebut mencederai kode etik mereka sendiri. Kode etik yang paling populer yang bahkan diketahui oleh saya seorang masyarakat awam media, “Praduga Tak Bersalah”. saya tentu tidak yakin kalo para wartawan tersebut membawa kode etik tersebut ke lapangan. Dari pemberitaan yang dengan bangga mereka sampaikan, akal sehat saya mengintrepretasi bahwa para wartawan tersebut hadir kelapangan dengan praduga “masih akan banyak kecurangan di tingkat pendidikan”.

Sesaat kembali setelah melihat siaran, berganti-ganti di setiap stasiun televisi, kencurangan-kecurangan pelaksanaan UN masih saja menjadi perhatian utama. Bahkan, untuk UN kali ini, salah satu media TELEVISI SWASTA dengan gamblang menunjukkan pelajar-pelajar yang sedang terlihat melakukan ‘kecurangan’ (kata media) tersenidiri. Aktivitas mereka dierekam sambil mengintrepretasi apa yang sedang dilakukan orang-orang tersebut. Akifitas pelajar tersebut terlihat jelas, hanya sedikit SENSOR BLUR diberukan di wajah mereka.

Hanya satu pertanyaan yang sebenarnya ingin saya sampaikan kepada para wartawan yang terhormat yang memiliki kode etik dalam pemberitaannya. Apakah segala sesuatu yang mereka lakukan itu, membawa efek positif untuk kamajuan dan perbaikan citra mendidikan Indonesia saat ini? Atau malah sebaliknya?

Satu bahan renungan mungkin untuk para pemberita yang sangat berpengaruh membentuk persepsi pada masyarakat. Tidak kah seharusnya media hadir dengan pemberitaan yang turut mendorong kemajuan negeri ini? Jadi, untuk pemberitaan yang hanya merusak citra negeri ini tanpa ada tujuan untuk melakukan pemberitaan, sudah tidak layak lagi di tayangkan di era yang semakin maju sepert ini.

Iklan

6 comments on “UN, Masih Jadi Headline

  1. setidaknya beritanya isinya ga cuma tentang briptu norman doank heheh

    Klo menurut saya sih tayangan yang seperti menampilkan kecurangan bisa menginspirasi atau memprovokasi siswa di tempat lain

  2. kebanyakan masih berpedomana pada asas bad news is good news…

  3. Wartawan dewasa ini jadi semakin gak jelas ya, apa tugas-tugasnya dll >.<

  4. akhirna selesai juga UNnya kk 😀
    mhon doana ya 😀

  5. aha, blog baru saya nih. mampir2 ya
    catatanlazuardi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: