2 Komentar

Kemarahan Tak Lambangkan Kehebatan

Orang yang kuat itu bukan orang yang (tak terkalahkan) saat berkelahi, akan tetapi orang yang kuat adalah mereka yang dapat mengendalikan dirinya pada saat emosi. “(Riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

Hem… apa yang kamu fikirkan pada seorang yang meluapkan amarahnya dengan marah-marah? apa juga yang kemudian kamu fikirkan apabila beliau adalah orang yang memiliki gelar tinggi dengan wibawa yang sangat kamu hargai?

Jika pertanyaan ini dilontarkan ke saya, mungkin saja saya akan menjawab bahwa dia adalah orang hebat, orang yang penuh dengan kewibaan dan sangat serta semakin terhormat. Namun jawaban ini mungkin akan saya lontarkan manakala saya memikirkan kalau saya yang sedang meluapkan emosi dengan kemarahan tersebut.

Namun dalam keadaan normal (kapan normalnya ya) kemarahan yang dilontarkan orang dihadapan saya, sama sekali tidak menimbulkan rasa simpatik. kemarahan yang ia keluarkan itu hanya membongkar sisi lain darinya yang sangat bersifat negaif. Kemarahannya tentu saja tidak memberi efek apa-apa kepada saya. pesan yang ia sampaikan dengan emosi tentu saja tidak dapat menarik simpatik saya sehingga saya cenderung mengabaikannya. yang lebih parah, ini mungkin tidak baik untuk ditiru, saya merasakan ada kelucuan melihat orang marah-marah. jadi bawaannya pengen ketawa. atau sekedar tersenyum.

Memang ya,,, kalo sedang marah, semua yang kita lihat akan negatif. entah mengapa demikian. otak bagian manakah yang bekerja. fitrahnya manusia akan cenderung pada kebaikan. namun, kala emosi dan kemarahan memuncak semua akan menjadi negaif. artinya kita akan mengeluarkan energi yang besar saat marah. karena telah dengan susah payah menentang fitrah yang ada pada manusia.

oh iya…. sekalian dampak negatif marah pada kesehatan adalah;

  1. Efek langsung ke tubuh Ketika kehilangan kontrol, tubuh kitalah yang menerima dampak langsungnya. Seketika tekanan darah meningkat dan irama napas menjadi cepat, secepat seperti tengah bersiap untuk berkelahi. Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan sakit kepala mendadak. Dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Saat marah, suhu badan kita pun naik sehingga tubuh mudah berkeringat.
  2. Letih Ekspresi kemarahan tentu membutuhkan energi. Alhasil, setelah marah kita pun akan merasa letih. Dalam proses itu, hormon stres akan meningkat seakan-akan membuat perasaan bergejolak. Ketika marah, kita mungkin merasa memegang kendali sementara, tapi tanpa disadari hal itu justru menguras habis energi kita. Akibatnya, produktivitas dalam bekerja pun berkurang karena merasa letih.
  3. Sulit tidur Dengan begitu banyaknya pikiran negatif di kepala dan kegelisahan yang kita rasakan, rasanya sulit untuk terlelap tidur. Apabila kita tertidur dalam kondisi kelelahan akibat marah pun, tidur tentunya tidak akan berkualitas. Ketika kita tidur dengan rasa marah, tidur pun tak akan nyenyak. Adapun kekurangan tidur akan menyebabkan pikiran negatif yang akan memicu emosi. Lebih lanjut, insomnia dan masalah tidur lainnya pun akan berdatangan seiring dengan perasaan emosi Anda yang berkelanjutan.
  4. Depresi Terus-menerus menyimpan rasa marah dapat berujung pada depresi. Hal itu akan memicu serangkaian perilaku yang membahayakan kesehatan seperti merokok dan minum minuman keras. Terkadang, orang menggunakan amarah untuk meluapkan perasaan depresi dan ketidakberdayaan. Amarah bukanlah rasa alamiah yang menyehatkan. Maka itu, bila terus dirasakan, kesehatan kita pun akan terancam.
  5. Terasing Kita memang terkadang dapat kehilangan kontrol diri, tapi bila terlalu serimg tentu akan berdampak pada aspek sosial kita dalam keseharian. Kita pun akan lebih nyaman berada sendirian ketimbang bergaul dengan orang lain. Dalam lingkungan kantor, bila tidak bersosialisasi, bawahan kita akan kurang menghormati dan atasan kita akan melihat kita sebagai orang yang tak dapat mengontrol emosi.
  6. Mengambil keputusan yang salah Amarah dapat membuat kita tidak rasional. Kita pun terjebak dan kehilangan fokus dalam menghadapi suatu masalah. Nyatanya, saat seharusnya memutuskan hal terbaik dalam suatu maslah, dalam keadaan marah kita mungkin malah akan melakukan hal yang sebaliknya. Kita pun tak mampu melihat masalah dari perspektif yang berbeda dan berujung dengan mengambil keputusan yang salah.

Sumber: http://chudrizal.blogspot.com/2010/10/6-efek-samping-rasa-marah-bagi.html”

*habis jadi korban dimarahi salah satu dosen senior… yuk saling mengingatkan jika ada yang salah…

Iklan

2 comments on “Kemarahan Tak Lambangkan Kehebatan

  1. secara tidak langsung itu dosen yang marah, wibawanya turun. hahahha *oops*

  2. blognya bagus…salam kenal 🙂 saya alumni KPM 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: