Tinggalkan komentar

Membeli untuk Memberi

Sejenak mampir di sebuah grobak kecil… agak reot. Di dalam grobak itu di pajang beberapa gorengan yang di jual pemiliknya. (Daerah tasik malaya)

Pemiliknya? Seorang lelaki tua renta. Mungkin umurnya sudah kepala 6 atau mendekati 7. Semangatnya masih tinggi. Menjual gorengan, bajigur dan lainnya. Apapapun itu, ini adalah pilihannya untuk mengebulkan dapur rumah dari uang yang halal.

Saya mencicipi dua buah ubi rebusnya. Rasanya enak sekali. Entah ada racikan khusus yang dibuatnya. atau kondisi saya yang memang saat itu sedang lapar. Atau bisa juga karena sisi kemanusiaan saya yang mulai terusik. Saya begitu menikmati potongan makanan 500an itu.

Tapi apa pun itu. Bukan grobak reot atau lejatnya sepotong ubi tersebut yang sebenarnya ingin saya sampaikan.

Sejenak saya mereview kebiasaan yang lebih sering saya lakukan. Menyambung dengan pemberitaan yang saat ini sedang marak terkait pengemis. Sekelompok orang yang memanfaatkan sisi kemanusiaan orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Kabarnya juga penghasilan mereka bisa mencapai 10 juta perbulan. (Saya lulusan S1 saja belum mampu mengumpalkan jumlah tersebut dalam sebulan)

Betapa kita jauh lebih mudah meletakkan 1000 atau 2000 uang kantong kita untuk para pengemis di sekitar kita. Tapi kita mungkin tak pernah sadar betapa kita mengabaikan puluhan atau ratusan sosok seperti bapak penjual dengan grobak yang sebelumnya saya ceritakan. Mereka yang masih memiluh jalan perjuangan untuk mengumpulkan sesuap nasi untuk keluarganya.

Yang ingin saya sampaikan adalah, mari kita merubah pola pikir dan mental kita dalam membantu orang lain. Saya rasa kita semua sepakat jika memberi kepada pengemis bukan lah langkah yang cerdas dalam beramal. Karena semakin banyak yang mereka dapatkan dari mengemis, semakin nyaman mereka menggeluti kegiatan tersebut sebagai mata pencahariannya.

Sebaiknya kita lebih menghargai mereka yang masih berjuang ketimbang mereka yang memaksa menyentuh sisi kemanusiaan kita dengan kecurangan-kecurangan. Tak ada salahnya membeli 1000 2000 dagangan mereka walau sebenarnya kita tidak begitu membutuhkannya. Bagi kita itu tidak akan terlalu memberatkan. Tapi bagi mereka, itu adalah rezeki yang mereka dambakan dan akan sangat disyukuri.

10/9/2013 21:25

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: