Tinggalkan komentar

Belajar Masuk Bar/Discotik

Hem… Ga pernah sekali pun terbesit niat untuk masuk ke tempat ini. Semuanya tak terduga dan berlangsung begitu saja. Saya ceritakan pengalaman pertama masuk ke tempat ini.

Oke sebelum masuk ke pengalaman pertama tersebut, saya mau membagi dulu cara pandang saya mengenai Bar/Discotik. Terus terang saya belum pernah tau tempat-tempat seperti itu sebelumnya. Mungkin satu-satunya referensi saya adalah melihat aktifitas didalamnya di tipi-tipi atau film-film Holiwood. Dan mabuk dan berjoged ga jelas adalah kegiatan orang di dalamnya.

Baik. Peristiwa ini terjadi saat saya mendapatkan pengumuman di twitter mengenai “Workshop Fotografi” bersama Arbain Rambey. Siapa yang tak kenal beliau? Salah satu dewanya fotografi Indonesia. Untuk memayar pun, jika lokasi dan “tarifnya” terjangkau akan saya usahain bisa hadir di workshop beliau. Tapi kalo workshop ini menghadirkan beliau sebagai pembicara dengan biaya pendaftaran Rp0 atau gratis. Alhasil waiting list lebih banyak dari kapasitas. Beruntung saya termasuk ke pendaftar awal sehingga berkesempatan hadir.

Menjelang hari H panitia kemudian mengirimkan konfirmasi keanggotaan kepada saya dan menghimbau untuk hadir tepat waktu ke kawasan epicentrum kuningan. Memang karena masih polos, “polos” saya mencari lokasi dikawasan itu. Awalnya saya pikir mungkin tempatnya adalah kawasan pekantoran atau mall seperti itu. Namun betapa kagetnya saat alamat yang dipegang disamakan dengan pintu yang terlihat di depan saya. Sangat mengharukan… Sebuah pintu memasuki Bar/Diskotik. Oke, saya ga boleh kaget terlalu lama. Malu sama security-nya.

Jadilah saya mengisi form registrasi. Dan masuk ke dalam setelah mengganti baju yang disediakan panitia. (Bukan baju buat hiburan malam yak, kaos peserta yang dibagiin biar seragam didalam). Jadilah itu ruangan deganangi oleh manusia berbaju kuning.

Yah. Melangkahkan kaki melewati pintu. Diam sesaat menoleh ke semua arah. “Oh Tuhan… Benarkah ini tepat workshopnya?” Guman saya dalam hati. Beberapa waktu saya tiap terpaku tak menyangka akhirnya masuk ke tempat ini. Kaki kemudian melangkah masuk mencari tempat duduk paling nyaman.

Entah mengapa berada di tempat ini pikiran saya jadi jahat dan penuh curiga. Padahal suguhan makan siang yang kami makan adalah ayam goreng dengan minuman teh manis. Walu begitu makan dan minumnya terasa berat. Pokonya makan sambil curigaan lah. Bayangin aja gimana rasanya. Haha.

Oke, karena ini mungkin pertama dan satu2 satunya saya masuk ke tempat ini. Saya sempatkan untuk mendokumetasikan. Sedikit narsis biar asyik. Beruntung jam oprasi normal tempat ini adalah 16.00. Dan kehadiran kami pada pukul 11.00-16.00. Jadi acara full workshop yang kami temukan di dalam. Alhamdulillah…

Tulisan berikutnya akan saya ceritakan sedikit momen dimana hati saya berdebar di tempat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: