Tinggalkan komentar

Hilang Namun Tak Kehilangan

Bagaimana rasanya hilang tapi tak kehilangan? Aneh memang, saat kita kehilangan banyak hal tapi sebenarnya kita sendiri tidak tahu kehilangan apa. Setidaknya ini yang baru saya rasakan beberapa waktu lalu. Saya ceritakan spesifikasi laptop saya terlebih dahulu, 2012 lalu saya membeli sebuah laptop baru yang pada zaman itu sudah masuk dalam kategori laptop canggih, syukurnya keputusan pembelian zaman itu adalah sampai sekarang walau wujudnya sudah tidak karuan, kemampuan kerjanya masih dapat mengikuti laptop yang beredar saat ini.

Bukan kehilangan laptop ini yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini, tapi sudut pandang lain yang saya alami dari peristiwa yang menimpa laptop saya beberapa waktu lalu. Dalam sebuah pemakaian normal, tiba-tiba laptop saya masuk pada layar biru, kemudian mati dan tidak lagi dapat memuat Windows. Saat dinyalakan kembali komputer hanya menampilkan layar hitam dengan pemberitahuan terdapat kerusakan fatal pada windows.

Masalah seperti ini biasanya adalah kerusakan atau masalah terjadi bukan pada software, hasil jelajah di internet saya ketahui kalau sumber masalahnya bisa terjadi pada RAM, atau Kabel Hardisk. Berbekal pada informasi internet tersebut, maka saya coba untuk secara mandiri merefresh RAM dan Kabel Hardisk. Berbekal Obeng, semua hal tersebut dapat saya tangani. Tapi tidak ada perubahan yang signifikan terjadi. Sehingga saya mengambil risiko dengan rencana melakukan instalasi ulang pada sistem operasi saya. Kegiatan instalasi sistem operasi sudah bukan menjadi hal yang asing bagi saya.

Saat proses masuk pada tahap pemilihan lokasi untuk instalasi, betapa kagetnya melihat partisi hardisk yang selama ini terbagi ke C, D, dan E, tiba-tiba tidak terbagi lagi dan menjadi satu dengan kapasitas sekitar 487 GB atau 500 GB. Di sini lah mulai bisa mengambil kesimpulan bahwa semua data yang terkoleksi seja 2012 lalu telah menghilang. Dengan lemas instalasi di lanjutkan. Membagi kembali partisi yang ada menjadi hanya 2 bagian, yakni C dan D.

Singkatnya setelah instalasi selesai, maka software berikutnya yang diinstal adalah software recovery, sebuah software yang sering digunakan untuk mengembalikan data yang secara tidak sengaja terhapus. Dengan harapan penuh pada software tersebut, maka secara perlahan scan di mulai, dengan masa waktu membutuhkan lebih dari 4 jam. Akhirnya satu-persatu dokumen yang pernah ada di laptop ditampilkan, hanya saja dari 2 partisi dokumen utama saya, hanya partisi E yang dapat dideteksi, tidak ada satu pun dokumen dari partisi D yang ditampilkan. Entah kemana isi partisi tersebut menghilangnya sehingga benar-benar tidak ditemukan bahkan oleh software recovery.

Namun, hilangnya satu partisi saat ini tidak menarik perhatian saya, saya lebih tertarik pada salah satu folder pekerjaan saat ini yang isinya adalah dokumen pekerjaan saya saat ini dan beberpa file harus saya kirim dengan deadline pengiriman besok.

Singkatnya setelah proses recovery selesai, saya langsung melihat folder pekerjaan saya, dan melihat semua kondisi file yang dikembalikan selamat, saya sudah cukup bersyukur. Sehingga file-file lain tidak lagi saya perhatikan. Meleihat ke folder lain, kondisinya banyak file yang terecovery dalam keadaan rusak, maka saya memutuskan untuk menghapus saja semua file yang ada tersebut. Dan menyisakan hanya 1 folder pekerjaan saya.

Disini lah saya baru menyadari bahwa sekitar 300GB lebih dokumen saya yang terkumpul dari tahun 2012 telah menghilang begitu saja dalam waktu sekejap. Saya menyadari data sebanyak itu tidak lah sedikit. Tapi di saat bersamaan saya juga malah bingung, sebenarnya data apa yang hilang yang saat ini masih saya perlukan? Saya seolah berada dalam situasi kehilangan banyak dokumen tapi di saat bersamaan saya tidak mengetahui apa sebenarnya yang menghilang tersebut? Inikah rasanya hilang tapi tak kehilangan?

Namun selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa, adapun hal penting yang ingin saya sampaikan sebagai hikmah dalam peristiwa ini adalah bahwa kita tidak bisa menggantungkan dokumen penting kita hanya pada satu perangkat saja, mulai saat ini data-data yang penting atau bahkan sangat penting haruslah mempunya replika yang tersimpan di perangkat lain, seperti DVD, Flashdisk, Hardisk, atau memanfaatkan berbagai layanan Virtual hardisk saat ini yang menyimpan dokumen kita secara online. Rajin-rajin lah membuat back up untuk dokumen-dokumen penting kita, karena kita tidak pernah tahu masalah apa yang menimpa perangkat kita. Hikmah lain adalah, mungkin ini adalah cara terbaik untuk menghapus seabrek dokumen yang tersimpan dalam laptop yang sebenarnya memang dokumen tersebut sudah tidak penting lagi. Karena hilangnya sekian banyak dokumen, kinerja laptop saya kembali seperti laptop baru beli.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: