6 Komentar

Harga Minyak Terbaru, Turun Rp1.000

Beberapa waktu lalu, atau tepatnya pada tanggal 5 januari 2016, pemerintah memberikan kado tahun baru bagi segenap bangsa Indonesia dengan menetapkan kebijakan penurunan harga BBM terutama Bensin sebesar Rp200,-. Saya tidak tahu pasti apakah nilai ini memberikan efek yang signifikan bagi masyarakat, atau nilai pencitraan lebih dalam melekat pada kebijakan tersebut.

Tapi berapa pun besarnya itu, masih logika saya belum sanggup menjawabnya karena pasca kebijkan itu di ‘negeri kami’ Kepulauan Anambas (saya berharap nanti akan membuat tulisan khusus mengenai pulau ini, lokasinya dan gambaran lengkap di dalamnya) penuran harga bensin mencapai Rp1.000,-. Tapi penurunan itu tidak berlaku dalam satuan liter, di sini kami tidak membeli bensin dalam satuan liter. Di sini sepanjang jalan, penjual bensin memamerkan barang dagangannya dalam kemasan botol air meneral kemasan 1500 mL.

Jangan berharap bisa menemukan harga bensin sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah di sini. Atau karena takut pada kualitas bensin eceran, kamu berharap membeli minya di SPBU saja. Bangunan itu hanya bangunan mimpi di negeri ini, hanya karena kamu merasakan mudahnya mengakses SPBU di negerimu, membuatmu lupa akan negeri kami ini.

Yah. Di negeri kami ini bensin memang di jual dalam satuan botol. Harganya pun tak bisa kamu tentukan sebelum menanyakan langsung ke pada penjualnya. Tapi menurut trandnya di sini kami menemukan 3 tingkatkan harga minyak. Di desa yang berdekatan langsung dengan komplek perusahaan minyak, maka harga minyak di sana dijual sebesar Rp20.000,- sedikit keluar dari desa itu memasuki desa pertengahan, harga minyak rata-rata lebih rendah sebesar Rp18.000,-. Desa semakin jauh dari komplek tersebut, harga perbotol tinggal Rp15.000,-/botol.

Menariknya, pasca kebijakan pemerintah menurunkan harga minyak yang dalam hitungan ratus rupiah (barangkali kami merasakan itu sangatlah kecil, mengingat di negeri kami ini uang pecahan Rp500,- sudah tidak laku) para penjual minyak serempak menurunkan harga penjualannya sekitar Rp1.000. jadilah kami yang biasanya membayar Rp18.000,- untuk sebotol minyak, sekarang berubah menjadi Rp17.000,-

Turunya harga jual tersebut belum mampu dijawab logika saya, apakah penuruan sebeasar itu memang faktor dari penuruan harga minyak oleh pemerintah, atau harga itu adalah efek krisis yang sedang dihadapi kabupaten ini yang membuat daya beli masyarakat merosot tajam. Pada tulisan berikutnya akan saya gambarkan bagaimana situasi krisi yang dialami di wilayah ini. Apapun itu situasinya, sekarang kami dapat menikmati harga minyak Rp1.000 dari biasanya.

Iklan

6 comments on “Harga Minyak Terbaru, Turun Rp1.000

  1. Wah bung AHA di anambas ya?

  2. Semoga ini menjadi pertanda baik buat perekonomian Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: