1 Komentar

Kejayaan itu Pernah Menyapa di Anambas

Jpeg

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang menceritakan mengenai krisis di kepulauan anambas, kali ini di suasana krisis seperti ini, di tengah penantian Speedboat di pelabuhan yang beiguti sepi, hingga dua jam tak ada penumpang yang mengisi speedboat sehingga, kendaraan lintas pulau ini tak dapat berjalan.

Bagaimana kejayaan anambas tiga tahun silam? Ini lah yang ingin saya sampaikan dari beberapa cerita ‘sejarah’ yang saya dapatkan dari obrolan-obrolan ringan bersama masyarakat Anambas.

Mekar dari Kabupaten Natuna

Lahirnya Kabupaten Anambas adalah buah dari pemekaran yang terjadi dari tingkat provinsi hingga desa di Kepulauan Riau. Sebelumnya Anambas bisa saja di sebut tak tersentuh sama sekali oleh pembangunan, karena saat itu anambas masih di bawah Provinsi Riau dengan ibu kota Provinsi di Pekan Baru, bisa memakan waktu 20 jam perjalanan laut ditambah beberapa jam perjalanan darat untuk menggapai kota provinsi tersebut. Sementara ibu kota kabupaten masih di natuna, jarak yang juga tidak dekat dari daerah ini. Sebelum pemekaran, dana pembagian deviden untuk pemda sebagian besar berputar hanya di wilayah kota kabupaten, yakni Natuna.

Tahun 2008, Kabupaten Kepulauan Anambas Resmi berdiri menjadi kabupaten sendiri, di sinilah kejayaan itu di mulai. Tiga perusahaan migas besar, melakukan eksploitasi di wilayah kabupaten ini. Deviden yang dulu masuk ke kabupaten Natuna, saat ini langsung dikelola oleh kabupaten Anambas, hal ini tentu berpengaruh signifikan. Pembangunan di mana-mana. Proyek-proyek tak terhingga banyaknya. Akses mulai terbuka, pembangunan besar-besaran menyapa negeri ini. Wajah kejayaan mulai tampak. Desa-desa baru mulai bermekaran dan berkembang.

Harga Minyak Dunia Tinggi, Deviden untuk Pemda Banjir

Pada masa itu, harga minyak dunia mendekati $100 per barel. Tiga perusahaan migas yang melakukan eksploitasi tentu membagi hasil keuntungan pada pemerintah daerah. Hasil bagi keuntungan tersebut sangat cukup bahkan lebih untuk memutar roda pemerintahan di kabupaten anambas. Saat itulah recruitment besar-besaran juga terjadi di jajaran pemerintahan, baik Pegawai Negeri Sipil, maupun Pegawai Tidak Tetap. Masalah gaji, memang sama seperti jawabatan permerintahan lainnya, tapi masalahan tunjangan, posisi terendah saja bisa mendapatkan tunajangan lebih dari 5jt. Saat itulah di negeri ini uang tidak begitu terasa.

APBN Dikembalikan

Dana Negara, daru Pusat yang dianggarkan untuk wilayah ini dikembalikan dan tidak jadi digunakan. Hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, masalah besarnya adalah besarnya anggaran membuat dana APBN tidak lagi dapat di serap di daerah. Bergantung pada tiga perusahaan migas saja, roda pemerintahan dapat berputar sangat cepat.

Ikan Napoleon, Harta Karun yang Ditemukan

Sebelumnya ikan ini tidak lah memiliki harga, biasa saja dia masuk pada jajaran ikan rucah dengan harga jual Rp5.000,- per kg. Ikan ini kata nelayan sini rasanya tidak enak, dagingnya hambar. Namun, kapal-kapal hongkong mulai merapat ke daerah ini yang kemudian membeikan nama Napoleon pada Ikan tersebut. Ikan ini lah yang menjadi pendapatan terbesar pada nelayan. Bagaimana tidak, tokeh-tokeh lokal berani membeli ikan ini dari nelayan dengan harga Rp1.600.000,- per ekor “Size” (Size dijadikan ukuran ikan layak jual, berat antara 800 gram hingga 1.000 gram).

Saat itu, tidak hanya para pegawai pemerintah yang berpesta dengan tinggi nya pendapat perbulan. Nelayan ikut ambil bagian. Sejak diketahui Napoleon dapat dijual dengan harga mahal, nelayan mulai menjadi pemburu ikan ini. Entah bagaimana, mereka dapat mengenali ikan napolein bahkan dari ukuran jentik. Saat itu, Ikan ukuran jentik itu saja mereka berebut membelinya dengan harga tak kurang dari Rp 25.000 per ekor. Angka yang fantastis, siapa yang dapat menghidupkan ikan sebesar itu? Yak… tapi itulah kehebatan nelayan di sini, ikan Napoleon dari ukuran jentik dapat dirawat hingga tumbuh menjadi napoleon besar.

Dunia perikanan semakin bergairah, nelayan berpesta. Harga jual tinggi, hingga keputusan menteri Kelautan dan Perikanan melarang penjualan ikan tersebut. Karena dikategorikan sebagai ikan langka dan hampir punah.

Rumah Makan Sekitar Base Berjaya

Pegawai-pegawai, pemegang proyek, buruh bangunan, karyawan proyek, dan para perantau memenuhi daerah ini. Bisnis kuliner menjadi sangat menjanjikan. Hal ini melahirkan rumah-rumah makan di sekitar Base. Omzet rumah makan tinggi, mencapai jutaan dalam satu hari. Lingkaran kejayaan memang masuk pada seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Nyebarang Pulau dengan Carter Speedboat, Biasa!

Untuk apa membuang waktu hingga setengah jam menunggu penumpang speedboat memenuhi jumlah minimal, 5 hingga 7 orang. Hanya untuk menghemat pengeluran menjadi Rp 50.000,- sekali menyebrang. Saat itu menunggu bukan lah sebuah solusi. Jika sampai di pelabuhan, langsung merogoh kocek Rp250.000,- maka speedboat berebutan akan mengantar kita menyebrang pulau ke kota kabupaten. Ini yang dilakukan masyarakat saat itu, mengeluarkan uang sama sekali tidak berat bahkan lima kali lipat dari tarif reguler.

Mobilitas masyarakat sangat tinggi, sekedar iseng saja bisa sampai ke ibu kota kabupaten dengan carter speedboat.

Kejayan-kejayaan masa lalu telah membuai masyarakat hingga lupa akan masa sulit yang sebelumnya mereka rasakan. Darah ini lah daerah yang tumbuh dan kaya mendadak dengan SDM yang sebenarnya belum siap menerima kajayaan tersebut. Sehingga ada kesan sia-sia akan melimpahnya harta tersebut. Kondisi saat ini saya telah tuliskan pada postingan sebelumnya. Semoga Anambas dapat segera kembali ke kejayaannya.

Iklan

One comment on “Kejayaan itu Pernah Menyapa di Anambas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: