1 Komentar

Memanfaatkan Tantangan dari Lomba Fotografi

Berpartisipasi dalam sebuah perlombaan foto bisa menjadi suatu hal yang menarik, di samping itu akan memberikan pelajaran yang sangat baik untuk kita dan dapat meningkatkan keterampilan fotografi. Walaupun tidak pernah memenangkan sebuah perlombaan fotografi, kita memiliki kesempatan untuk melihat ratusan atau bahkan ribuan foto dari para kompetitor. Di sana kita dapat melihat dan membandingkan para pemenang, kita mempelajari bagaimana mereka menang, dan apa tambahan pengetahuan yang harus kita praktikkan agar kualitas foto kita terus semakin baik.

Ada banyak lomba fotografi sepanjang tahun di seluruh dunia. Beberapa dikhususkan pada kalangan profesional, dan yang lainnya bisa diikuti semi profesional. Beberapa fokus pada type fotografi tertentu seperti pemandangan, potret, pernikahan, hewan, anak-anak, dan lain-lain. Kita mungkin pernah mengambil foto pada saat liburan atau saat berjalan-jalan, tanpa ada niatan dari awal untuk mengajukannya pada sebuah lomba. Hasil potret tersebut mungkin bisa menang, namun hanya jika kita mengirimkannya pada sebuah kompetisi yang tepat. Metode terbaik adalah dimana kita memotret dengan sadar dan terencana untuk mengikuti sebuah kontes. Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengikuti lomba adalah:

1. Pilih foto terbaik dan sesuai dengan kriteria kontes
Luangkan waktu untuk melakukan browsing atau semacam penelitian kecil untuk memahami jenis kontes, aturan pengajuan karya dan perhatikan kualitas pemenang sebelumnya. pikirkan tentang apa jenis foto yang akan kita ciptakan, sesuai dengan daftar sebelumnya, yakni pemandangan, hewan, anak-anak, dll. Kemudian temukan kontes yang sesuai dengan bidang yang kita kuasai dan kita memiliki keterampilan di dalamnya.

2. Tinjau persyaratan pengiriman
Membaca aturan kontes sehingga kita memahami semua aturan kompetisi secara detail dan terperinci.
Apakah ada materi kriteria khusus untuk kontes?
Apakah ada formulir yang harus diisi?
Apakah fota yang dikirimkan via on line atau off line?
Apa jenis file yang dikumpulkan, berapa ukuran yang di minta?
Dan lain-lain secara rinci mengenai sebuah lomba.

3. Menulis pemenang
Foto digital yang salah dalam pengambilan, terlalu cerah, fokus tidak jelas, dan kesalahan teknis lain tidak akan menarik perhatian dari para dewan juri. Belajar dan terus belajar adalah hal terpenting dalam memenangkan lomba, jangan berfikir kita akan mengambil gambar beberapa hari sebelum deadline lomba, apalagi kalo itu adalah lomba foto yang pertama kita ikuti. Belajarlah yang banyak, sehingga hasil gambar kita benar-benar unik dan baru bagi para juri. Lakukan riset yang panjang untuk memenangkan sebuah perlombaan. Foto terbaik minimal mengantarkan kita jadi finalis, walaupun bukan pemenang.

Tinggalkan komentar

Memotret dengan Aturan Sepertiga untuk Gambar Yang Lebih Dinamis

thumb1Yang disebut dengan “aturan sepertiga” berlaku untuk semua bentuk fotografi termasuk digital, film, video, bahkan pada lukisan dan desain grafis. Namun demikian aturan ini bukan lah aturan satu-satunya. Ini adalah alat atau pedoman yang bisa digunakan dalam keadaan tertentu untuk membuat komposisi  yang lebih efektif dalam foto kita.

Ketika ia menjadi sebuah aturan, foto kita bisa kehilangan kesegaran dan spontanitas dan mulai terlihat seperti hasil karya orang lain yang mengikuti aturan sepertiga tadi.

Tapi prinsip dasar dari komposisi, Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Mahasiswa IPB jalankan Peran Agent Of Control Untuk Pemerintahan

IMG_4884

Saat mahasiswa kembali bergerak, turun ke jalanan mengenakan almamater dan menghadapi debu jalanan, saat itu bisa dipastikan sebuah kekacauan perpolitikan negeri ini sedang terjadi. Demikian lah Kamis 19 Maret 2015 sebanyak 700an mahasiswa IPB turun ke jalanan menuntut perbaikan untuk negeri ini. Gelaran aksi yang dilakukan mahasiswa IPB dari berbagai jurusan dan angkatan serta program S1 dan Diploma dimulai dengan Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Pengaturan ISO Rendah atau Tinggi dan Efeknya Pada Hasil Foto

Tulisan ini adalah sambungan atau lanjutan dari postingan sebelumnya. tulisan ini tidak dapat berdiri sepenuhnya sehingga saya sarankan anda untuk terlebih dahulu membaca Jangan Motret Sebelum Mengetahui Dasar-Dasar Exposure.

Iso 10

Prinsip dasarnya adalah semakin tinggi ISO pada kamera atau semakin tinggi ISO pada film, maka keduanya akan semakin sensitif terhadap cahaya. ISO memiliki perhitungan yang meningkat. ISO 100 dua kali lebih sensitif ketimbang ISO 50. ISO 200 dua kali lebih sensitif ketimbang ISO 100, ISO 400 dua kali lebih sensitif ketimbang ISO 200 dan seterusnya.

Kemudian apakah anda berfikir, saya akan mengatur ISO kamera saya 3200 keatas dan saya bisa memotret dalam segala kondisi cahaya tidak peduli seberapa redup atau seberapa terang. Continue Reading »

1 Komentar

Jangan Motret Sebelum Mengetahui Dasar-Dasar Exposure

Tulisan ini adalah hasil dari terjemahan, mungkin masih ditemukan beberapa yang agak kaku. tapi semoga intinya masih bisa ditarik. Beberapa istilah fotografi yang lebih populer dalam bahasa aslinya sengaja tidak diterjemahkan untuk membiasakan penggunaan istilah aslinya dan agar pembaca tidak bingung. 

exposure1_2

Kita barangkali sering mendengar orang lain berkata, “Gambar ini properly exposed”, “Gambar ini overexposed” atau “Nah gambar ini underexposed” dan kadang-kadang “gambar ini Great exposure”. Tapi mungkin kita bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan istilah tersebut? Dan yang terpenting adalah bagaimana Eksposur foto yang benar.

Atau barangkali kita tidak mempedulikan dan hanya membiarkan komentar tersebut disampaikan. Kadang-kadang kita melihat salah satu foto kita dan menggaruk-garuk kepala dengan rasa gelisah dan memikirkan mungkin ada yang bisa kita lakukan untuk membuat gambar tersebut lebih baik seperti gambar yang kita lihat di National Geographic Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Anda Pasti Melakukan 6 Kesalahan ini dalam Fotografi

Kesalahan Dalam Fotografi

Fotografi jelas bukan hal yang sulit yang dapat kita lakukan. Namun, tidak ada yang mengatakan kalo itu adalah hal yang mudah. Ada banyak kesalahan yang dapat terjadi. Beberapa alasan dibalik kesalahan tersebut adalah terlalu banyak bergantung pada mode otomatis atau kurangnya pengetahuan mengenai fotografi sendiri.
Berbicara mengenai pengetahuan dan pendidikan fotografi, kita membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai fotografi, dari sejarahnya seluruh informasi teknikal yang kita bayangkan, itu sangat sederhana hanya dengan satu klik.
Akan tetapi, dengan membaca seluruhnya tidak akan membuat kita bebas dari melakukan berbagai kesalahan. Di bawah ini akan dibahas beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang dalam dunia fotografi. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

7 Tips Fotografi untuk Foto Yang Luar Biasa

Ini barangkali postingan pertama saya mengenai tips fotografi. ke depan, saya berniat untuk memanfaatkan blog ini untuk sekalian sharing fotografi sekalian saya mendalami ilmu fotografi sekalian saya bisa menulis dan berbagi lewat blog ini. sebelumnya untuk penulisan isi dari tips seperti ini tidak akan sepenuhnya merupakan hasil tulisan saya, sebagian besar akan saya sadur dari praktisi-praktisi lain yang banyak menuangkan ilmunya dalam tulisan.

Untuk kita yang baru-baru masuk ke dunia fotografi, maka ada beberapa hal yang penting diperhatikan untuk mendapatkan gambar yang baik. Gambar yang baik dalam hal ini adalah gambar yang memang enak di lihat karena tidak menentang logika dan cara pandang mata kita terhadap foto. Untuk itu, dari referensi yang ada, inilah 7 tips fotografi untuk menghasilkan gambar yang luar biasa.

1. Frame yang Terisi
Apa yang kita lihat di viewfinder atau LCD Kamera adalah gambar yang akan muncul pada hasil foto kita. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita inginkan di awal memang benar-benar ada pada frame dan sedikit atau tidak ada hal yang tidak kita inginkan ada dalam frame. Dalam hal ini kita harus memahami bahwa komposisi adalah sesuatu yang sangat penting dalam fotografi dan jika kita ingin komposisi yang baik, maka kita harus bisa sedekat mungkin dengan objek.

FRAME FOTOGRAFI

2. Kesederhanaan Continue Reading »

%d blogger menyukai ini: